Salah satu nama lain Bulan Ramadhan yaitu "Syahrul Muwasaat" atau bulan berbagi. Kenapa Ramadhan disebut bulan berbagi ? Karena di bulan Ramadhan, kita sangat dianjurkan untuk berbagi rezeki dengan hamba-hamba Allah yang lain, terutama kaum mustadh'afin, faqir miskin, anak-anak yatim, dll.
Oleh karena itu, melalui bulan Ramadhan sesungguhnya kita dilatih agar selalu saling berbagi dengan orang lain dan sebagai sarana latihan untuk kepedulian sosial.
Begitu pula salah satu hikmah Allah SWT mewajibkan ibadah puasa adalah untuk mempersamakan kedudukan antara orang kaya dan orang miskin. Sebagaimana Seorang Ulama Ahli Ilmu mengatakan,
اِنَّمَا فَرَضَ اللهُ الصِّيَامَ لِيَسْتَوِيَ بِهِ الْغِنَى وَالْفَقِيْر
“Allah mewajibkan ibadah ibadah puasa untuk mempersamakan kedudukan antara orang kaya dan orang miskin.”
Orang miskin papa merasakan lapar saat berpuasa, maka orang kaya yang banyak harta pun merasakan lapar juga. Orang kaya merasakan haus saat berpuasa, maka orang miskin merasakan hal serupa. Orang kaya harus menahan hawa nafsu saat berpuasa, maka orang miskin harus melakukan hal yang sama. Di sinilah kesamaan kedudukan antara si kaya dan si miskin ketika mereka melakukan ibadah puasa.
Puasa yang dilakukan seseorang yang hanya mengandalkan sisi-sisi ritual saja, maka puasanya seolah-olah kehilangan makna. Sehingga, bila puasa kita ingin menjadi lebih bermakna, tiada jalan lain kecuali kita harus banyak bergerak di sisi sosial, dengan berkhidmat kepada hamba-hamba Allah lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar